Menyepi adalah Keharusan

Menyepi adalah Keharusan

Menyepi adalah keharusan. Itulah yang dilakukan oleh para pembaru, para pejuang, para pemikir, dan para pemimpin yang resah dengan kondisi sosial di sekitarnya.

Pada saat-saat menyepi dan menyendiri, kita terbebas dari pemikiran-pemikiran orang lain. Kita jadi dapat lebih mendengar suara dalam diri kita. Dari situlah kemudian datang ilham, petunjuk, serta ide-ide yang terlintas di pikiran.

Menyepi dalam Tradisi Spiritual

Dari sisi spiritual keagamaan, menyepi ini sudah ada contohnya dari para Nabi. Mari kita ambil contoh peristiwa ketika Nabi Muhammad SAW berkhalwat di Gua Hira.

Dalam Tafsir Al-Azhar, Buya Hamka menukil hadis riwayat Aisyah yang menceritakan kebiasaan Nabi sebelum menjadi Rasul, yaitu senang menyepi dan menyendiri. Dalam Tafsir Al-Azhar, Buya menyebutnya sebagai tahannuts: berta'abud kepada Allah selama beberapa malam yang dapat dihitung.

"Kemudian itu timbullah pada beliau keinginan hendak bersepi-sepi, lalu pergilah beliau ke Gua Hira untuk tahannuts," kata Buya.

Dorongan untuk Menyepi

Terkait dengan bertahannuts atau bersepi-sepi, sementara ulama ada yang menyamakan atau menganalogikan hal itu dengan insting binatang yang pergi mengungsi ke tempat yang aman sebelum terjadinya gempa atau bencana.

Analogi ini menunjukkan kepada kita bahwa jika ada dorongan yang sedemikian kuatnya untuk bersepi-sepi dan keluar dari hiruk-pikuk barang sejenak, tentulah itu dapat dikatakan bahwa ada yang tidak beres di sana.

Sehingga, kita membutuhkan ruang mental untuk mencerna apa yang terjadi dengan cara bersepi-sepi.

Menyepi sebagai Proses Mempersiapkan Diri

Dalam konteks Nabi ketika bertahannuts di Gua Hira, hal itu merupakan proses untuk menerima wahyu Surat Al-'Alaq ayat 1-5.

Maka, dari sini kita juga bisa memetik pelajaran bahwa dalam menerima hal yang besar, dibutuhkan kesiapan yang besar pula.

Tidak mudah untuk mencapai Gua Hira. Tidak mudah menampung dorongan untuk bersepi-sepi. Tidak mudah bertemu dan melihat Malaikat Jibril. Bahkan, Nabi dipeluk olehnya hingga kepayahan.

Namun, semua itu dilakukan oleh Nabi kita, Muhammad SAW.

Menyepi bagi Mereka yang Berjuang

Balik lagi ke inti tulisan, hemat saya, menyepi memang adalah sebuah keharusan. Terutama bagi kita yang memilih jalan perjuangan.

Menyepi memberi kita ruang untuk melakukan perenungan. Ruang untuk mendengar suara hati. Ruang untuk memahami apa yang sedang terjadi di sekitar kita dan apa yang sebenarnya ingin kita perjuangkan.

Barangkali, dari ruang perenungan itulah seseorang menjadi lebih siap untuk menerima sebuah "ilham".

Posting Komentar untuk "Menyepi adalah Keharusan"

Seedbacklink