Betapa Luasnya Hati Nabi

Betapa Luasnya Hati Nabi

Minggu lalu, saya diamanahi untuk mengisi tausyiah pada Pengajian Bulanan Muhammadiyah Ranting Kabasiran. Materi yang saya sampaikan adalah tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka, membahas Surat Al-'Alaq ayat 1-5.

Tentu kita sudah familiar dengan ayat ini. Ayat yang menekankan betapa pentingnya membaca. Namun, ketika saya mempelajari Tafsir Al-Azhar, saya menemukan satu kesadaran, yaitu betapa luasnya hati Nabi kita, Muhammad SAW.

Dalam Qur'an Surat Al-Hasyr ayat 21, Allah menggambarkan bahwa sekiranya Al-Qur'an itu turun kepada gunung, maka gunung itu akan hancur karena takut kepada Allah.

لَوْ أَنزَلْنَا هَٰذَا الْقُرْآنَ عَلَىٰ جَبَلٍ لَّرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُّتَصَدِّعًا مِّنْ خَشْيَةِ اللَّهِ

"Kalau sekiranya Kami turunkan Al-Qur'an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah."

Namun, Al-Qur'an Surat Al-'Alaq ayat 1-5 turun ke dalam hati Nabi, dan begitu juga surat-surat lainnya. Bisa dibayangkan betapa luasnya hati Nabi.

Dan dalam proses turunnya QS Al-'Alaq ayat 1-5, sebagaimana kita tahu, itu tidaklah seperti halnya biasa. Di mana Nabi harus menyepi di Gua Hira, keluar dari keramaian kota Makkah, menempuh perjalanan yang tidak mudah. Dalam Tafsir Al-Azhar, Buya Hamka menyebutnya sebagai at-tahannuts.

Di Gua Hira, kemudian Nabi bertemu malaikat Jibril yang membawa firman Allah yaitu "Iqra'!"

Posting Komentar untuk "Betapa Luasnya Hati Nabi"

Seedbacklink