Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Quotes Epictetus Bahasa Indonesia untuk Mental yang Tangguh

Quote Epictetus


“Buanglah opini-opini angkuhmu, karena mustahil bagi seseorang untuk mulai belajar apa yang dia pikir sudah diketahuinya.” Epictetus, Discourses, 2.17.1


"Tugas utama dalam hidup hanyalah ini: mengidentifikasi dan memilah masalah agar aku bisa katakan dengan jelas kepada diriku sendiri manakah masalah-masalah eksternal yang tidak berada di bawah kendaliku dan manakah yang berkaitan dengan pilihan-benar yang memang bisa aku kendalikan. Ke manakah aku bisa mencari kebajikan dan kekejian? Tidak kepada hal-hal eksternal yang tidak terkendali, tetapi di dalam diri ini kepada pilihan-pilihanku sendiri...." - Epictetus, Discourses, 2.5.4-5


“Mereka yang menelan berbagai teori mentah-mentah langsung saja meludahkannya, bagaikan perut yang sedang bermasalah memperlakukan makanannya. Pertama-tama, cerna dulu teori-teori itu supaya kamu tidak memuntahkannya. Tanpa dicerna dulu, teori itu mentah, basi, dan tidak bergizi. Setelah kamu cerna, tunjukkan pada kami perubahan dalam pilihan nalarmu, persis seperti bahu-bahu para pesenam menampilkan hasil diet dan latihan mereka, dan sebagaimana hasil karya pengrajin memperlihatkan apa yang telah mereka pelajari.” – Epictetus, Discourses, 3.21.1-3.


“Pertama-tama, katakan pada diri sendiri, kamu ingin jadi apa, lalu lakukan apa yang harus kamu lakukan. Karena nyaris dalam setiap pengejaran kita melihat inilah masalahnya. Mereka yang merintis jadi atlet awalnya memilih olahraga yang mereka inginkan, lalu melakukan usaha itu.” Epictetus, Discourses, 3.23.1-2a.


“Sewaktu kamu biarkan perhatianmu teralih sejenak, jangan berpikir kamu akan meraihnya kembali kapan pun kamu mau – alih-alih, ingat-ingatlah bahwa karena kekeliruanmu hari ini apa pun yang mengikutinya bisa saja memburuk…. Mungkinkah kita terlepas dari kekeliruan? Mustahil, tetapi sangat mungkin untuk menjadi orang yang selalu luwes untuk menghindari kekeliruan. Karena kita harus puas bila sudah dapat lolos dari beberapa kekeliruan dengan sama sekali tidak membiarkan perhatian kita teralih.” Epictetus, Discourses, 4.12.1;19.


“Bukan kejadiannya sendiri yang mengganggu orang-orang, melainkan penghakiman mereka terhadap hal itu.” Epictetus, Enchiridion, 5.


“Apakah nasib buruk itu? Opini. Apakah konflik, pertikaian, tudingan, mempersalahkan, tuduhan, ketidakpantasan, dan kesembronoan? Semua adalah opini, dan lebih dari itu, opini-opini yang berada di luar pilihan bernalar kita, yang dinyatakan seakan itu adalah baik atau buruk. Biarkan seseorang menggeser opininya hanya pada bidang yang menjadi pilihannya sendiri, dan aku jamin orang itu akan memiliki ketenteraman pikiran, apa pun yang terjadi di sekitarnya.” – Epictetus, Discourses, 3.3.18b-19.


 “…kebebasan tidak dijamin dengan memenuhi apa yang diinginkan oleh hatimu melainkan dengan menghapuskan keinginan itu.” Epictetus, Discourses, 4.1.175.


“Makanlah seperti seorang manusia, minumlah seperti seorang manusia, berdandan, menikah, punya anak, aktif secara politik – merasakan penganiayaan, bertahanlah terhadap saudara laki-laki, ayah, anak lelaki, tetangga, atau teman hidup yang keras kepala. Tunjukkan kami semua itu supaya kami bisa melihat bahwa dirimu benar-benar belajar dari para filsuf.” Epictetus, Discourses, 3.21.5 – 6.


“Dirimu bukanlah tubuhmu dan potongan rambutmu, tetapi kemampuanmu untuk memilih dengan baik. Bila pilihan-pilihanmu indah, dirimu pun akan demikian.” – Epictetus, Discourses, 3.1.39b-40a.


“Di depan umum hindari bicara terlalu sering dan terlalu berlebihan tentang prestasi dan kisah bahaya yang pernah kamu hadapi, karena sesenang apa pun kamu kisahkan kembali semua marabahaya itu, tidaklah begitu menyenangkan bagi orang lain untuk mendengarkan urusan pribadimu.” Epictetus, Enchiridion, 33.14.


“Ketika anak-anak mengulurkan tangan ke dalam toples gula-gula berleher sempit, mereka tidak bisa mengeluarkan genggaman mereka dan mulai menangis. Jatuhkan beberapa buah permen dan genggamanmu bisa ditarik keluar! Bendunglah nafsumu – jangan tetapkan hatimu pada terlalu banyak hal dan akan kamu dapatkan apa yang kamu butuhkan.” – Epictetus, Discourses, 3.9.22.


“Ingatlah bahwa bukan hanya nafsu untuk menjadi kaya atau jabatan yang bakal merendahkan martabat dan menaklukkan kita, tetapi juga keinginan terhadap kedamaian, waktu luang, perjalanan, dan belajar. Tak penting apa pun masalah eksternalnya, nilai yang kita berikan untuknya itulah yang akan menaklukkan kita…di mana kita melabuhkan hati, di sanalah rintangan kita berada.” Epictetus, Discourses, 4.4.1-2;15.


“Jagalah selalu persepsimu, karena yang kamu lindungi bukanlah hal kecil, melainkan rasa hormatmu, keterpercayaanmu, dan keajekanmu, ketenangan pikiranmu, kebebasan dari rasa sakit dan rasa takut, dengan kata lain, kemerdekaanmu. Untuk apa kamu mau menjual semua ini?” – Epictetus, Discourses, 4.3.6b-8.



Posting Komentar untuk "Quotes Epictetus Bahasa Indonesia untuk Mental yang Tangguh"