Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sekelumit Hikmah dan Pesan Sufi

1. Hari-hari yang dialami manusia hanya dua macam, menyenangkan atau menyusahkan. Kalau menyenangkan janganlah angkuh dan kalau menyusahkan bersabarlah, jangan berputus asa, karena keduanya – yang menyenangkan dan menyusahkan – pasti berlalu.


2. Anggap sedikitlah yang banyak engkau beri, dan anggap banyaklah yang sedikit engkau terima. Kesenangan hati seseorang yang baik itu dengan pemberiannya, dan kesenangan seseorang yang bejat itu dengan yang diterimanya.


Janganlah menjadikan seorang yang kikir sebagai pembantumu, jangan juga seorang pembohong sebagai kepercayaanmu, karena tiada bantuan dengan kekikiran, dan tiada amanah bagi pembohong.


3. Kebahagiaan jasmani terletak pada kurangnya makan, kebahagiaan jiwa pada kurangnya dosa, kebahagiaan hati pada kurangnya ketergantungan, dan kebahagiaan lidah pada kurangnya percakapan.


4. Wahai si kaya, kepadamu aku berpesan: “Perbanyaklah kebaikanmu karena dosa-dosamu pun banyak, dan wahai si miskin, kurangilah dosa-dosamu karena kebajikanmu sedikit.


5. Seorang ‘arif shalat tanpa memperpanjang shalatnya, ketika selesai ia ditanyai, “Apakah Anda memperpendek shalat?” Dia menjawab: “Tidak, tetapi itulah shalat yang dilakukan tanpa riya.”


6. Seorang sufi bertanya: “Bagaimana keadaanmu?” Yang ditanya menjawab: “Alhamdulillah, jika aku memperoleh rezeki aku makan, dan jika tidak, aku bersabar.” Sang sufi menjawab: “Begitulah anjing di daerah kami. Tetapi manusianya jika memperoleh rezeki dia berikan kepada yang butuh dan bila tidak memperolehnya dia bersyukur.”


7. Empat hal mematikan kalbu. Dosa ke dosa, obrolan yang banyak, berdiskusi dengan pecundang, dan bersahabat dengan yang mati (hatinya).


8. Sungguh mengherankan: Bila Anda mengenal Allah tetapi tidak mencintai-Nya; bila mendengar ajakan kebaikan lalu tidak bersegera memperkenankannya, bila telah mengetahui kadar keberuntungan berniaga dengan Allah lalu berjual beli dengan selain-Nya, bila mengetahui betapa besar siksa-Nya lalu mengundang murka-Nya.


9. Aku tercengang melihat tiga orang. Pertama, yang pamrih terhadap makhluk sesamanya dan melupakan Tuhan yang selalu bersamanya. Kedua, yang kikir menyedekahkan hartanya, padahal Tuhan yang menganugerahi, meminta diutangi lalu ia menolak permintaan-Nya.


Ketiga, seseorang yang sangat mendambakan pertemanan dengan makhluk dan cinta mereka, padahal Allah mengajaknya berteman dan saling mencintai. (Yahya bin Mu’adz).


10. Seorang sufi ditanya: “Mengapa engkau jarang berbicara?” Dia menjawab: “Allah menciptakan untukku dua telinga dan satu lidah, agar aku mendengar lebih banyak daripada aku berbicara, bukannya aku berbicara lebih banyak daripada mendengar.”


11. Sufi besar al-Hasan al-Bashri ditanyai tentang rahasia ketidakcenderungannya kepada nikmat duniawi. Beliau menjawab: “Kuketahui bahwa rezekiku tidak mungkin diambil oleh orang lain, karena itu hatiku tenang.


Kuketahui juga bahwa tugasku tidak dapat dikerjakan orang lain, maka aku tekun melaksanakannya. Kuketahui juga bahwa Allah mengetahui keadaanku, maka aku malu ditemui-Nya dalam kedurhakaan, dan kuketahui bahwa maut menantiku, karena itu aku menyiapkan bekal menghadap Allah.”


12. Sungguh yang berakal memerlukan dua cermin. Yang pertama digunakannya untuk melihat kelemahan dan kekurangannya, agar dia memperbaiki diri semampu mungkin, sedang cermin kedua, digunakannya untuk melihat keistimewaan orang lain, agar dia meneladaninya sekuat mungkin.


Itulah sekelumit hikmah dan pesan sufi yang saya sadur dari buku Logika Agama. Saya penasaran ingin tahu, pesan nomor berapa favorit kamu?



Posting Komentar untuk "Sekelumit Hikmah dan Pesan Sufi"